Piring kertas
Hidup sebagai single parent tentu saja bukan sebuah cita-cita.Tak pernah terbesit dalam benakku akan menjalani hidup seperti itu.Tetapi itulah hidupku sekarang.seoramg diri membesarkan seorang anak dengan himpitan ekonomi yang semakin mendesak . Apalagi ditambah harus merawat ibuku yang sudah renta degan penyakit stroke yang diderita, semua itu tentu saja menjadi beban berat yang harus ku pikul sendirian.
Di rumah kecil yang hampir roboh , setiap harinya pasti terdengar suara benda jatuh.Apalagi kalau karena bukan karena ibuku. Penyakit stroke yang diderita membuatnya tak bisa melakukan semua hal dengan benar.
Semua bertambah parah ketika waktu makan tiba, ibuku menjatuhkan pring,gelas, atau semau benda yang ada di sekitarnya.Setiap hari pula aku harus membersihkan pecahan piring atau gelas.Ketika aku melihat hanya tersisa 2 piring di dapur ,akupun punya sebuah ide , yakni membelikan samik untuk ibuku.Bahkan aku tega meninggalkan ibuku sendirian makan di meja dapur . Padahal aku dan Rio anakku makan di meja makan .Semua itu kulakukan agar tak ada lagi piring dan gelas yang pecah.Aku melihat ibuku meneteskn air mata pada saat itu .Tetapi tanpa rasa bersalah sedikitpun, aku berpura-pura tidak melihat hal itu, bahkan saat Rio menoleh kearah ibuku yang sedang makan di meja dapur, seakan-akan ia ingin menemani ibuku, aku langsung melarangnya
Hari semkain petang, malam semakin menghening, aku mendengar suara dari arah kamar Rio.Setelah ku buka pintu kamar itu, aku melihat Rio sedang memotong kertas, dengan rasa bingung aku mendekati Rio. “ kamu sedang apa nak “ tanyaku ,” aku sedang membuat piring kertas “ jawab Rio “.Akupun semakin bingung dengan tingkah Rio di malam itu, aku kembali menanyainya “ Buat apa kamu membuat piring kertas” “ piring kertas ini untuk ibu jika sudah tua nanti” jawab Rio.Hatiku terasa teriris-iris mendengar itu.Tak terpikir olehku jika anak yang selama ini kuperjuangkan , satu-satunya harapanku di masa depan bisa mengucapkan hal itu,seketika aku langsung teringat oleh ibuku.Aku keluar ke kamar Rio dan menengok ke kamar ibuku.Aku melihat ibuku sedang tertidur lelap di kasur tuayang sudah tidak kayak ditiduri, tak terasa air mataku membasahi pipiku, aku pin masuk ke dalam kamarku, dalam benakku betapakejamnya diriku ini.Aku sangat membenci suamiku yang telah mencampakanku dan Rio,tetapi selama ini aku tidak sadar telah mencampakan ibuku,seseorang yang telah melahirkanku dan membesarkanku. Aku sadar tanpa Ridho ibuku aku tidak akan berhasil dunia dan akhiratnya.Seak saat itu aku merubah kebiasaan dalam keluargaku terutama sikapku terhadap ibuku tersayang
BY : ZAENAP GENERUS KERTOSONO PERTAMA
BY : ZAENAP GENERUS KERTOSONO PERTAMA
JARAK NOL km
Terlahir bukan dari kalangan bangsawan.Bukan darah biru yg mengalir di tubuh. Hidup di sebuah desa yang terpencil dengan kehidupan yang pas-pasan tak menyurutkan tekad seorang pemuda yg bercita-cita ingin pergi ke amerika.Meskipun banyak orang yang mengolok-oloknya bahwa keinginan itu tak mungkin terwujud.Pemuda itu Rendi namanya.Dalam kesehariannya ia selalu membayangkan bisa pergi ke Amerika.Di sudut –sudut kamarnya penuh dengan tempelan Amerika.Suatu saat Bu Ayu ibunya Rendi yg seorang buruh tani menanyainya “Apa cita-citamu Nak?.Dengan penuh semangat Rendi menjawab:
“Aku ingin pergi ke Amerika "
“Siapa yg memiliki Amerika”
“Allah,yang memiliki amerika”
“ya sudah minta saja kepada Allah, doa yang rutin”
Setelah mendengar itu Rendi pun berdo’a.Dalam sela-sela do’anya selalu ia sisipkan permintaan agar ia bisa pergi ke Amerika.Kebiasaan ia lakukan selama 2 tahun tetapi ia hanya berdo’a,tidak diimbangi dengan usaha.
Setelah kelulusan SMA,ada lowongan beasiswa belajar di Amerika.Mengetahui itu Rendi langsung mencobanya.Namun apa daya ,hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.Rendi gagal memperoleh beasiswa itu.Kejadian tersebut membuat Rendi putus asa.Tetapi semangatnya kembali membara setelah di nashehati sang ibu ,bahwa hidup itu perjuangan,butuh pengorbanan &kesabaran .Akhirnya Rendi memutuskan merantau kekota .Dia terus berusaha mencari pekerjaan,tetapi tak kunjung mendapatkan pekerjaan.Ketika usahanya sudah diujung tanduk sehingga ia memutuskan untuk kembali ke desa.Ia melihat selembar kertas yg berserakan di tepi jalan ,kertas itu berisi lowongan pekerjaan di sebuah tempat Pariwisata.Berbekal IJASAH SMA dan do’a dari sang ibu,Rendi pun berani mencoba ,Alhasil ia diterima dan ditempatkan bekerja di sebuah pantai di daerah KALIMANTAN.
Suatu hari ada seorang duta besar Amerika yg bernama Mr.Clark akan melakukan penelitian tentang budaya setempat.Tak di sangka Rendi terpilih untuk menjadi pemandu Mr.Clark yang sedang melakukan pengamatan.Karena kecakapan Rendi dalam menjamu tamu.Mr.Clark merasa nyaman &cocok dengan Rendi.Suatu ketika Mr.Clark bertanya tentang kehidupan Rendi.Rendi pun menceritakan tentang cita-citanya ,betapa banyaknya kegagalan yg ia alami untuk mewujudkan impiannya yakni bisa menginjakan kaki di NEGARA PAMAN SYAM.Mendengar cerita Rendi ,Mr.Clark menawarkan untuk membiayai kuliah Rendi di Amerika.Dengan suara lantang tanpa ragus Rendi menjawab “ya”. Tak sia-sia usahaku ini. Jukang yg amat dalam,jarak yang terlampau jauh sekarang terasa begitu dekat.Seaka-akan NOL km dari pandanganku .Itu semua buah dari kesabaran”ujar Rendi dalam hati.
BY : ZAENAP GENERUS KERTOSONO DUA
Kebahagiaan Sejati
Pernahkah anda percaya bahwa seorang wanita yang tinggal di rumah reot yang hanya tersedia roti dan air tawar,bersamanya kitab suci al-qur’an dan tempat memuji Tuhan,lebih bahagia dari pada wanita yang hidup di menara gading dengan kamar yang diliputi beludru.Namun dia tidak mengetahui siapa Tuhannya,dan dia juga tidak mengetahui siapa rasulnya.? Sungguh,pahamilah makna kebahagiaan yang sesungguhnya.
Kebahagiaan bukan dalam definisi yang sempit dan menyesatkan.Banyak orang menyangka bahwa apa yang dipikirkannya adalah benar.Mereka mengira bahwa kebahagiaan adalah dolar,dinar,dirham,real,kasur yang empuk,pakaian yang indah,makanan yabg enak,minuman yang lezat,dan kendaraan yang mewah.
Tidak!
Kebahagiaan sejati adalah kerelaan hati.Kebahagiaan adalah tenangnya hati kecil kita.Kebahagiaan adalah ketenangan jiwa,ketentraman sanubari,hati yang terbuka,budi pekerti yang baik,akhlaq mulia yang dibarengi dengan sifat menerima dan merasa cukup dengan anugerah yang diberikan.
Cobalah keberuntunganmu dengan menggunakan buku yang bermanfaat atau kaset yang mendatangkan faedah, baik dengan cara membaca atau mendengarkan.Dengarlah senandung tilawah untaian kata yang terdapat di dalam kitab Allah.Satu ayat bisa mengubah kepribadianmu, dapat menembus relung hatimu dan dapat menggugah perasaanmu.Bersamanya engkau dapat meraih hidayah dan cahaya.Kemalasan ,keraguan, prasangka dan kekhawatiran akan hilang selamanya.
Introspeksilah dirimu selalu.Apabila engkau ditimpa kesedihan dan derita, ketahuilah bahwa itu adalah penghapus dosa-dosa.Apabila engkau terkena musibah penyakit di badanmu,maka sadarilah bahwa itu adalah pahala di sisi Allah.Semua itu untukmu dan terjaga di sisi Yang Maha Esa.Rasa lapar itu akan dibalas dengan pahala-Nya,rasa sakit itu akan di balas dengan ganjaran-Nya.Demikian pun dengan kemiskinan yang akan dibalas dengan pahala dari Allah. Tidak ada yang hilang di sisi Yang Maha Esa.Allah selalu menjaganya, seperti menjaga titipan yang akan ia penuhi kelak di akhirat.
Lima Poin Kebahagiaan Sejati :
1.Melakukan pekerjaan yang disukai.Jika ada kendala dalam pelaksanaannya, maka cobalah melakukan apa yang menjadi hobby mu.
2.Menjaga kesehatan adalah kunci dari kebahagiaan itu sendiri.
3.Harus memiliki tujuan dalam hidup,karna itu akan membut semangat diri.
4.Menerima kehidupan apa adanya,dan merasakan manis getirnya hidup.
5.Menghadapi hidup yang ada hari ini,tidak menyesali yang telah lalu.
By : Moya (GP Kertosono)Lelah Tak Memudarkan Semangat Untuk Berlatih ICT
Latihan….latihan… latihan… Hmm…
Kata yang sering diucapkan seseorang untuk menuju sukses. Apakah dalam diri anda terdapat satu kata yang membuat anda yakin akan suatu kesuksesan??? Latihan atau atensi merupakan hal terpenting dalam kesuksesan. Sebut misalnya pelatihan yang diadakan oleh remaja LDII Kertosono ,didaerah yang terletak jauh dari kota besar pada tanggal 23-24 April 2011. Disinilah para peserta memulai pelatihan ICT atau lebih biasa disebut worksop ICT..sambil menunggu pemateri web master dari Surabaya yang tidak asing lagi di kalangan remaja LDII. Inilah Bapak….Eh Mas terseralah Ali Mustikasari and the guys.
Gedung Wisma lantai dua, disitulah peserta cowok dan cewek sekitar 30 orang menunggu kedatangan The web master. Menunggu… menunggu… menunggu… Hmmm…hal yang paling tidak disukai setiap orang, oleh sebab itu untuk mengurangi jenuh, panitia mengisi acara dengan materi pelatihan photoshop yang merupakan lanjutan pelatihan sebelumnya. Tik..tok..tik..tok tepat pukul 21.00 WIB sang pemateri inti telah tiba di gedung pelatihan yang ber AC itu. “Maaf ya…ada seikit obstruksi di jalan, makanya kita jadi telat dech…!!!” ujar mas Ali. “it’s OK mas…!!!” Malam itu acara pengenalan tentang Internet sehat dan sharing pengalaman pribadi mas Ali..Hingga malam pukul 22.00 WIB acara harus di ending dulu nich… kasihankan mas WebMasternya baru tiba dari Surabaya.
Eitss… tunggu dulu acara belum pada puncaknya lho!!! Karena memang acara direncanakan dua hari. Disiang hari acara dilanjutkan kembali, setelah sepagian penuh peserta mengikuti acara rutin sepeda santai hari Minggu, sehingga siang itu peserta terlihat agak capek. Matahari tak menampakkan wujudnya karena terhalang awan, cuaca yang mendung tidak memudarkan semangat para peserta.
Peserta worksop memulai mengotak-atik laptop atau komputer yang ada dihadapannya. Sebelumnya panitia telah mengcopykan data yang diperlukan dalam pelatihan tersebut. Mas Ali langsung menerangkan satu persatu materinya lewat tayangan slide yang langsung diikuti oleh peserta. Disinilah awal rumitnya mempelajari web bagi orang awam. Berkali-kali mas Ali harus mengulangi langkah pembuatannya. Maklum ini memang awal pelatihan ICT bagi peserta. Acara berlanjut sampai waktu yang telah ditentukan yaitu pukul 17.30.
Acara ini memang sedikit melelahkan tapi disinilah kita sharing, hingga menambah ilmu pengetahuan. So, jangan lelah berlatih akan suatu yang hendak kita capai. Dan carilah mutasi diri dalam hal positif tinggalkan sifat ortodoks hingga jadikanlah dirimu sebagai makhluk yang bonafide.
By : Kiki (GP Kertosono)
By : Kiki (GP Kertosono)
Amalan Sedikit Tapi Kontinu (Terus Menerus)
Sobat,lebih baik kita sebagai orang Islam sudah semestinya selalu berkeinginan untuk memperbaiki diri, menambah kualitas diri, dan menjaga kestabilan iman kita. mengamalkan amalan sholeh yang benar-benar di contohkan oleh Syariah tanpa menambah dan menguranginya. dengan mencari ilmu dan mempraktekannya.
Semangat dan iman seseorang selalu naik turun. ketika kita sedang semangat dan iman kita sedang naik, maka kita sangat ingin melakukan amalan ibadah yang banyak. akan tetapi jika iman kita sedang turun, maka terasa malas untuk melakukan ibadah yang sangat banyak. Alhamdulillah Allah mencintai umatnya.Buktinya, Allah telah memberikan banyak kemurahan dalam kita melakukan ibadah.Sebagai contoh kita melakukan amalan yang sedikit Tapi terus-menerus (berulang-ulang)..
Para sahabat saja sempat mengeluh akan banyaknya ibadah dalam Islam. akan tetapi Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- selalu memberikan solusi terbaik bagi ummatnya. yaitu memilih amalan yang di sukai dan melaksanakannya secara kontinu (ber ulang-ulang). Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
"Amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit." (HR Bukhori dan Muslim)
Beliau juga memerintahkan untuk melaksanakan amalan yang kita mampu untuk melaksanakannya dan tidak memberatkan diri kita.INGAT jika kita melakukan suatu amalan baik,maka kita harus senantiasa menempatkan hati kita untuk Senang. Beliau bersabda::
"Laksanakan amalan semampu kalian, sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian (sendiri) yang bosan. dan sesungguhnya amalan yang paling di cintai Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) walaupun sedikit." (HR Abu Daud)
Bagi kita selaku seorang muslim,wajib untuk memperhatikan arahan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- di atas. dan kita beramal harus sesuai contoh dari beliau dan para sahabatnya. beramal sedikit akan tetapi bisa terus menerus (kontinu) itu lebih baik, dari pada beramal banyak akan tetapi tidak bisa kontinu
Sobat,Alhamdulillah kita hidup sekali ini, kita ditakdirkan menjadi orang islam.Banyak sekali ridho dan kemudahan dalam kehidupan kita,bahkan dalam hal ibadah pun,Alhamdulillah kita diberikan kemudahan.
Nah Sobat,sebagai wujud syukur kita,Ayo!! mulai sekarang,nanti dan selamanya,kita wajibkan diri kita untuk melakukan amalan yang kontinu (terus-menerus)
Let's guys to keep our islam spirit !!!
By : Elkays (GP Kertosono).
